Berita

Pengumuman Lelang

PENGUMUMAN LELANG UMUM PASCAKUALIFIKASI PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR, PERUMAHAN, DAN SARANA KEBUN PERCOBAAN (TAHAP I) BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN PAPUA BARAT.
Silahkan dilihat pada disini
 

Acara Lepas Sambut BPTP Papua Barat

Jumat tanggal 12 September 2014, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat mengadakan acara lepas sambut pejabat struktural BPTP Papua Barat. Acara ini dihadiri oleh Kepala Puslitbangtan Dr. Ir. Made Jana Mejaya, M.Sc yang bertindak sebagai wakil Kepala Badan Litbang Pertanian sekaligus membuka acara lepas sambut tersebut. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor 822/Kpts/KP.330/7/2014 tanggal 24 Juli 2014 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan struktural Eselon III, IV dan V lingkup badan litbang pertanian maka ditetapkan pergantian Kepala BPTP Papua Barat lama Bapak Dr. Ir. Abdul Wahid Rauf, Ms digantikan kepala balai yang baru Ibu Dr. Ir Hiasinta Fransisca Jequeline Motulo, M.Si.

Pada acara lepas sambut BPTP Papua Barat tersebut, Gubernur Provinsi Papa Barat juga memberikan sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Gubernur Bapak Yaconias Sawaki. Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan terimakasihnya kepada Kementrian Pertanian khususnya kepada Badan Litbang Pertanian yang telah menempatkan salah satu UPT nya di Papua Barat yaitu BPTP Papua Barat. Menurut Gubernur dalam sambutannya, BPTP Papua Barat turut berperan besar dalam pembangunan pertanian di Papua Barat baik secara langsung di lapangan sebagai tenaga pendamping teknologi maupun secara tidak langsung dimana para peneliti BPTP Papua Barat sering menjadi narasumber yang diperlukan karena bidang keahlian yang dikuasai. Dalam sambutannya juga, Gub
ernur Papua Barat mengucapkan selamat jalan kepada Kepala Bptp Papua Barat yang lama bapak Dr. Ir. Abdul Wahid Rauf, Ms dan mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya sekitar lima tahun dan berperan dalam pembangunan pertanian di Papua Barat. Dan kepada Kepala BPTP yang baru, Ibu Dr. Ir Hiasinta Fransisca Jequeline Motulo, M.Si diharapkan juga tetap memberikan sumbangsih dalam pengembangan dan pembangunan pertanian di papua barat agar lebih baik lagi.

Pada akhirnya, acara yang juga dihadiri oleh kepala-kepala balai Provinsi Papua Barat, Dekan Fakultas Pertanian dan Dekan Fakultas Peternakan UNIPA, Direktur Pascasarjana UNIPA dan beberapa kepala SKPD lingkup pemerintahan Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari ini diakhiri dengan acara jamuan makan dalam suasana ramah tamah. Diharapkan dengan acara ini dapat meningkatkan kerjasama yang baik guna kemajuan pertanian dan kemandirian pangan di provinsi papua barat. (AYK)
   

Dukungan Balitbangtan Kementan dalam acara Sail Raja Ampat melalui BPTP Papua Barat

      Raja Ampat, nama ini beberapa tahun terakhir makin santer terdengar sebagai surga wisata bahari baik di Indonesia maupun di mancanegara. Berpusat di Ibukota Kabupaten, Waisai, Raja Ampat berbenah menjadi cantik demi perhatian semua mata dan perubahan kehidupan. Ini dilakukan ketika pemerintah memilih kabupaten dengan ratusan gugusan pulau itu sebagai tempat melaksanakan kegiatan Sail Raja Ampat. Kegiatan ini memiliki tujuan utama memperkenalkan kebudayaan dan menumbuhkan perekonomian lokal dalam sektor pariwisata dan bahari, namun tidak menutup kemungkinan seluruh sektor ikut terlibat termasuk Pertanian.

     Kegiatan Sail Raja Ampat dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono pada hari sabtu 23 Agustus 2014 di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat Papua Barat. Walaupun diguyur hujan dan tiupan angin kencang, tidak menyurutkan niat pengunjung dan masyarakat untuk menghadiri dan memeriahkan acara tersebut. Semangat yang sama juga ditunjukkan oleh pegawai BPTP Badan Litbang Kementrian Pertanian yang bertugas di kawasan wilayah percontohan KRPL di Raja Ampat.

     Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPTP) melaksanakan kegiatan berupa dukungan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Kawasan Rumah Pintar (Kofarkor) Raja Ampat, Raja Ampat. Dukungan Balitbangtan diacara Sail Raja Ampat bertujuan untuk memperkenalkan program KRPL dari Kementrian Pertanian yang berlokasi sebagian besar wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat dan seluruh Indonesia pada umumnya.

     Program KRPL yang telah dilaksanakan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kementrian Pertanian sejak akhir tahun 2011 ini, bertujuan untuk memanfaatkan lahan pekarangan sekitar rumah warga sebagai lahan pertanian demi mendukung ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Sedangkan maksud dari dibuatnya model KRPL di kawasan Rumah Pintar agar pengunjung (kususnya anak-anak usia sekolah) lebih mengenal pertanian dan menyukai kegiatan bercocok tanam walaupun hanya dimulai dari lahan yang paling dekat yaitu di pekarangan rumah mereka. Tujuan lainnya adalah agar pengunjung, yang kebanyakan anak-anak dapat mengenal sejak dini dan belajar tentang pertanian dan mencintai lingkungan tempat tinggalnya. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala KSPP BPTP Papua Barat, Nicolays Jambang, S.Tp., M.Sc kepada Bapak Presiden saat menyempatkan berkunjung ke kawasan Rumah Pintar dan melihat-lihat model KRPL Badan Litbang Pertanian. Dilanjutkannya, metode memperkenalkan pertanian kepada anak akan lebih efektif saat anak diajak belajar sambil bermain, juga dengan memperkenalkan pertanian kepada anak-anak melalui media buku bacaan anak-anak berbentuk komik/buku bergambar yang telah disiapkan oleh Badan Litbang Pertanian di perpustakaan Rumah Pintar.

     Selain memberikan edukasi dan pengetahuan kepada masyarakat, Badan Litbang Pertanian juga memberikan bantuan kepada 20 Kepala Keluarga berupa tanaman hortikultura diatantaranya berupa tanaman tomat, cabe, sawi, bayam dan lain-lain. Diharapkan dengan adanya dukungan ini, warga sekitaran Raja Ampat dapat memenuhi kebutuhan sayur dan buah untuk keluarga dan rumah tangganya sendiri sehingga kesejahtreraan dan kesehatan warga meningkat. (AYK)  
   

Open House BPTP Papua Barat Menyambut HUT Badan Litbang Pertanian ke-40

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat merupakan bagian dari Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian yang salah satunya berada di Papua Barat menyelenggarakan Open House yang bertema “Agroinovasi Kreativitas Tiada Henti Untuk Kesejahteraan Masyarakat dan Petani” pada hari Senin tanggal 12 Agustus 2014 di Aula BPTP Papua Barat. Kegiatan Open house antara lain menampilkan kegiatan Pengkajian dan Diseminasi serta beberapa komoditas pertanian unggulan yang digunakan dalam implementasi berbagai Program Utama Badan Litbang yang dilaksanakan di wilayah Provinsi Papua Barat. Beberapa kegiatan utama dari BPTP PB yang ditampilkan adalah kegiatan-kegiatan pendampingan (MP3MI, KRPL, SLPTT, PUAP), Kegiatan Diseminasi (Peningkatan Komunikasi Inovasi Teknologi /Penyuluh) dan Kegiatan Unit Pengelolaan Benih Sumber. Semua kegiatan dirancang menjadi 3 area display yaitu (1) kunjungan Outdoor berupa gelar teknologi VUB Padi, gelar teknologi VUB Jagung, gelar teknologi VUB Kedelai,Model Pemanfaatan Pekarangan dalam KRPL dan Pelatihan Sambung Samping Kakao. (2) Kegiatan Ekspose berupa Ekspose Katam Terpadu dan ekspose Pemupukkan Berimbang. (3) Kunjungan Indoor berupa Pemutaran Film/Video, Unit Perpustakaan dan Perpustakaan Digital serta Laboratorium Diseminasi.

Open House BPTP PB dibuka resmi oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat yang diwakili oleh Ir. Alimuddin dan dihadiri oleh sekitar 100 orang Peserta yang terdiri dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Manokwari, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat, Dinas Perkebunan, Badan Koordinasi dan Penyuluhan, Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Manokwari, Balai Benih Induk, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih TPH, BPP Distrik Prafi, BPP Distik Masni, BPP Distrik Sidey, BPP Distrik Oransbari, BPP Distrik Warmare dan berbagai Kelompok Tani.

Dalam sambutan untuk membuka acara Open House, Kepala Balai antara lain menyampaikan bahwa selama 40 tahun keberadaan Badan Litbang Pertanian, berbagai inovasi telah dihasilkan dan aplikasi berbagai inovasi itu telah menjadi pendorong kegiatan pembangunan pertanian di Indoesia. Inovasi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian dirancang untuk bisa menjadi terobosan untuk meningkatkan kualitas maupun produktivitas usaha pertanian serta menjawab berbagai masalah yang dihadapi petani di lahan. Inovasi-inovasi Badan Litbang Pertanian juga selalu dirancang dalam kerangka pembangunan pertanian yang bersifat spesifik lokasi yang tetap mempertimbangkan seluruh potensi sumberdaya pertanian daerah.Oleh karena itu lewat acara Open House, diharapkan berbagai stakeholder pertanian yang hadir bisa lebih dekat lagi mengenal Badan Litbang Pertanian untuk terus meningkatkan kolaborasi kerja dalam rangka semakin meningkatkan kualitas pelayanan pembangunan pertanian. Selanjutnya, kepala BPTP juga menekankan pentingnya sinergi antara peneliti, penyuluh, dan petani dalam pembangunan pertanian sebab ketiga pelaku pertanian tersebut digambarkan sebagai tiga roda penggerak utama dalam pembangunan pertanian. (7ty)  


   

Konsolidasi Laporan Keuangan Wilayah Semester I Tahun 2014

Manokwari - Pada Tahun 2014 ini, Kementerian Pertanian telah mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas Laporan Keuangan Kementerian untuk Tahun 2013. Opini ini dicapai setelah 5 tahun terakhir Kementerian Pertanian berjuang untuk meningkatkan opininya dari Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menuju ke Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian untuk mendapatkan opini WTP tersebut adalah dengan dibentuknya Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah (UAPPA/B-W) atas dasar Permentan No. 41/Permentan/OT.140/9/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang – Wilayah (UAPPA/B-W) dimana melalui Permentan tersebut, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang ada di seluruh provinsi di Indonesia ditunjuk menjadi Sekretariat UAPPA/B-W yang bertugas menyusun laporan keuangan tingkat provinsi yang mencakup seluruh satker penerima dana DIPA dari Kementerian Pertanian di provinsi tersebut.

Satker-satker Kementerian Pertanian yang memperoleh dana DIPA berjenis kewenangan Dekonsentrasi (DK) dan Tugas Pembantuan (TP) setiap tahunnya berubah. Tahun ini, satker penerima dana DIPA Kementerian Pertanian di Provinsi Papua Barat berjumlah 40 satker, yang terdiri dari 4 satker Kantor Daerah (KD), 12 satker DK, dan 24 satker TP.

Untuk mempertahankan Laporan Keuangan Kementerian yang tetap akuntabel, pada tanggal 21 – 23 Juli 2014 BPTP Papua Barat mengadakan acara Konsolidasi Laporan Keuangan Tingkat Wilayah Semester I TA 2014 di Fujita Papua Hotel, Jl. Drs. Esau Sesa, Manokwari. Yang menjadi peserta dalam kegiatan ini adalah para operator Sistem Akuntansi Instansi (SAI) satker-satker penerima dana DIPA Kementerian Pertanian Tahun 2014. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sekretariat UAPPA/B-W Papua Barat, yaitu Kepala BPTP Papua Barat, Dr. Ir. Abdul Wahid Rauf, MS. Dalam sambutannya, Kepala Sekretariat mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan kerja keras seluruh operator SAI yang dengan tertib menyerahkan data SAI yang diminta maupun menyusun Laporan Keuangan Tingkat Satker. Tanpa semua hal tersebut, tidaklah mungkin Kementerian Pertanian mampu mencapai Opini WTP atas Laporan Keuangannya. Beliau juga meminta agar ke depannya prestasi ini dapat kita pertahankan, bahkan harus kita tingkatkan agar Laporan Keuangan yang notabene menjadi tolok ukur kinerja suatu lembaga pemerintahan dapat menjadi lebih baik.

Sebagaimana kegiatan Konsolidasi Laporan Keuangan Wilayah di waktu-waktu sebelumnya, BPTP juga turut mengundang Kantor Pelayananan Kekayaaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sorong sebagai narasumber sekaligus sebagai petugas rekonsiliasi laporan SIMAK-BMN (Sistem Akuntansi Barang Milik Negara) bagi satker yang belum sempat melakukan rekonsiliasi data SIMAK-BMN. Rekonsiliasi ini wajib dilakukan setiap semester. Namun pada prakteknya masih cukup banyak satker yang belum tertib dan rutin dalam melakukan rekonsiliasi ini karena keterbatasan anggaran untuk melakukan perjalanan, mengingat KPKNL untuk wilayah Provinsi Papua Barat hanya berada di Sorong. Dengan diundangnya KPKNL, satker yang belum melakukan rekonsiliasi dapat langsung merekonsiliasikan datanya di tempat kegiatan. Di samping itu, bagi satker yang mempunyai masalah tentang aplikasi Persediaan, aplikasi SIMAKBMN, maupun masalah tentang aset di satkernya, dapat langsung berkonsultasi dengan tim dari KPKNL.

Acara ditutup oleh Ir. Alimuddin, koordinator UAPPA/B-W di BPTP Papua Barat. Dalam laporannya, Ir. Alimuddin menyampaikan bahwa tahun ini adalah tahun terakhir diadakannya kegiatan Konsolidasi Laporan Keuangan Wilayah Semester I. Untuk tahun-tahun yang akan datang, konsolidasi hanya akan difokuskan di Semester II setiap tahunnya. Pada kegiatan ini ada 4 satker yang tidak hadir yaitu satker Dinas Pertanian Kabupaten Fakfak, Dinas Pertanian Kabupaten Teluk Wondama, Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat, serta Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak. (MYK)  
   

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Highlight

banner1
banner2

Forum Litbang/Katalog Online

Kalender Kegiatan

Download