Berita

Papua Barat Menuju Provinsi Konservasi dan Keterkaitannya Dengan Pembangunan Pertanian Ramah Lingkungan

 

Visi menjadikan provinsi Papua Barat Provinsi Konservasi dilatarbelakangi oleh potret daerah dengan luas 126.093 km2 atau lebih dari 12 juta hektar yang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, beragam, dan ekosistem yang unik sehingga perlu dilestarikan. Spesies endemik yang terdapat di provinsi ini juga sangat khas dan spesifik. Apalagi masyarakat provinsi Papua Barat yang terdiri dari 12 suku besar pada dasarnya memiliki pandangan dan nilai hidup yang mendukung pada keberlanjutan sumber daya alam yang ada. Hampir 80 persen masyarakat Papua Barat secara turun temurun hidup dan tinggal di kawasan pedesaan yang masih menjadi bagian dari hutan. Oleh karena itu hubungan masyarakat adat Papua dengan sumber daya alam tidak semata dalam konteks ekonomi dan bahan pangan, tapi jauh dari itu terdapat hubungan sangat erat, harmonis dan spiritual antara kehidupan masyarakat adat dengan alam. Keberadaan sumber-sumber daya alam menjadi bagian bahkan menyatu secara budaya, religi dan cara pandang hidup (way of life) yang telah menjadi tradisi turun temurun.

Pada tanggal 12-16 Desember 2010, untuk ketiga kalinya, pemerintah dan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta berbagai elemen masyarakat provinsi Papua Barat berkumpul untuk membahas dan mendorong agar provinsi Papua Barat menjadi Provinsi Konservasi. Gagasan bersama untuk menjadikan Papua Barat sebagai provinsi konservasi lahir, tumbuh dan berkembang dalam beberapa tahun terakhir yang ditandai oleh tiga pertemuan besar, yakni dalam bentuk sosialisasi gagasan, koordinasi antar instansi, dan berbagai elemen masyarakat terkait, maupun langkah awal dalam upaya penyusunan kebijakan yang tepat dan memadai untuk mewujudkan gagasan tersebut.

Proses menjadikan provinsi Papua Barat sebagai provinsi konservasi mencakup tiga tahap besar yaitu: (1) Tahap Prakonservasi, (2) Tahap Penerbitan Peraturan Gubernur (PERGUB), dan (3)Penyusunan Cetak Biru Pengembangan Provinsi  Konservasi Papua Barat dan Pelaksanaan Koordinasi Pengembangan Kerjasama.

Pada tanggal 27 Mei 2013 yang lalu, pemerintah provinsi Papua Barat melalui Kantor Badan Pengendalian Dampak Lingkungan, Universitas Negeri Papua dan Lembaga Swadaya Masyarakat internasional IPAM-IP melaksanakan lokakarya perencanaan pembangunan pertanian rendah emisi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya memfasilitasi dan mengkatalisis proses mewujudkan Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi  dalam aspek pembangunan pertanian. Pembangunan pertanian rendah emisi dalam prakteknya menitikberatkan pada kegiatan budidaya pertanian yang melakukan ekspansi secara vertikal dalam bentuk kegiatan-kegiatan intensifikasi dan secara bersamaan berusaha menekan ekspansi secara horizontal dalam bentuk pembukaan lahan baru (khususnya pembukaan tutupan hutan).

Praktek pertanian rendah emisi tersebut telah berhasil diimplementasikan di beberapa negara salah satunya Brazil dimana IPAM-IP berperan besar dalam membantu memfasilitasi pemerintah untuk menerapkan sistem pembangunan pertanian rendah emisi. Implementasi sistem pertanian rendah emisi di Brazil berhasil menekan laju deforestasi sampai 76% dan pada saat yang sama meningkatkan produksi budidaya kedelai dan peternakan sapi potong secara signifikan.

Dalam kesempatan lokakarya ini, berbagai stakeholder pembangunan pertanian di provinsi Papua Barat baik di lingkup pemerintah daerah Papua Barat maupun kantor-kantor daerah Kementerian Pertanian  yaitu Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat, Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian Manokwari, dan Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Manokwari, serta berbagai Lembaga Swadaya Masyarkat bidang lingkungan bersama-sama berdiskusi dalam rangka memperkuat koordinasi sekaligus menyumbangkan pemikiran-pemikiran untuk persiapan penyusunan cetak biru pengembangan provinsi konservasi khususnya yang menyangkut aspek pembangunan pertanian. Dalam kesempatan lokakarya ini juga dilaksanakan penandantangan nota kesepahaman antara Universitas Negeri Papua dan IPAM-IP.

Di lingkup Badan Litbang Pertanian, pembangunan pertanian rendah emisi yang lebih sering disebut dengan istilah n pertanian ramah lingkungan (PRL) juga merupakan isu yang sedang menghangat. PRL berdasarkan Green Economy adalah sistem pertanian yang mengelola seluruh sumberdaya pertanian (SDP) dan input SUT secara bijak untuk mencapai produktivitas yang optimum, namun beresiko rendah terhadap pelestarian SDP dan lingkungan, serta pemanasan global/perubahan iklim. Kepala BB Pengkajian, Dr. Agung Hendriadi, MEng, mengatakan bahwa pertanian ramah lingkungan membawa implikasi terhadap pemilihan komoditas, teknologi dan budidaya. Lebih lanjut, implikasi tersebut akan diarahkan pada pemenuhan food, feed, fuel and fiber yang juga berpengaruh terhadap strategi mencapai 4 target sukses Kementan.


 Badan Litbang Pertanian mengembangkan suatu model yang disebut Model Perencanaan Pembangunan Pertanian Ramah Lingkungan (m-P3RL). Landasan m-P3RL adalah food security, food safety dan ramah lingkunga.  m-P3RL Badan Litbang Pertanian mencakup 9 unsur, antara lain: Peningkatan poduktivitas, Rendah emisi gas rumah kaca, Adaptif terhadap perubahan iklim, Penerapan pengendalian hama terpadu, Rendah cemaran logam berat, Zero waste, Pemanfaatan sumberdaya lokal, Terjaganya biodiversitas, dan Integrasi tanaman-ternak.

 

 

 

Temu Informasi Teknologi Pertanian Papua Barat

Kamis, 14 Juni 2012 diselenggarakan Temu Informasi Teknologi Pertanian Provinsi Papua Barat di Auditoruium Hotel Fujita-Manokwari. Temu Informasi diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari berbagai instansi yang terkait dengan penyuluhan pertanian lingkup Propinsi Papua Barat, kabupaten/kota, UNIPA, dan peneliti/penyuluh BPTP Papua Barat.
      Dalam kesempatan ini acara dibuka oleh Staf Tenaga Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Provinsi Papua Barat (Ibu Bernarda Henan, SH) didampingi Kepala BPTP Papua Barat (Dr. Ir. Abdul Wahid Rauf, MS), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Papua Barat, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Tanaman Pangan Provinsi Papua Barat (Dr. Ir. Harry T. Uhi, M.Si). Dalam sambutannya ibu Bernarda Henan, SH Provinsi Papua Barat menyampaikan Pembangunan sektor Pertanian di Provinsi Papua Barat mempunyai peran strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan berbasis sumber daya lokal, peningkatan pendapatan petani, serta kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam. Dalam tataran operasionalnya peran BPTP Papua Barat sebagai unit kerja badan penelitian dan pengembangan pertanian di Provinsi Papua barat memegang peran penting dalam merakit dan mengembangkan teknologi pertanian spesifik lokasi yang dapat menjawab tantangan-tantangan yang muncul dari adanya berbagai masalah dalam mengoptimalkan percepatan pembangunan.
Upaya percepatan pembangunan pertanian seperti yang tertuang dalam tema kegiatan temu informasi ini, sejalan dengan program pembangunan di papua barat khususnya bidang pertanian. Beberapa program pembangunan pertanian yang dikemas dalam program pemberdayaan masyarakat menjadi focal point dalam pembangunan perdesaan. Pemberdayaan masyarakat kampung khususnya petani antara lain mencakup upaya perubahan perilaku atau sikap yang dapat dilakukan melalui pemberian motivasi. Sedangkan untuk menerapkan suatu inovasi yang dapat memperbaiki sistem usahatani, diperlukan informasi yang akan meningkatkan pengetahuan praktis dan keterampilan petani. Oleh karena itu upaya-upaya penyampaian informasi teknologi memiliki peran yang sangat penting. Oleh karena itu, kita semua harus terus mendukung mempercepat proses alih teknologi dan peningkatan adopsi oleh petani agar dapat meningkatnya Produktivitas usaha tani dan pendapatan Petani di Papua Barat sehingga produktivitas sektor pertanian semakin baik. Salah satu caranya yaitu dengan meningkatkan penerapan teknologi dalam kegiatan di sektor pertanian di Provinsi Papua Barat ini. (7ty)
   

Rapat Evaluasi Tahun 2011 dan Rencana Kegiatan TA. 2012

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat mengadakan rapat evaluasi triwulan pada Tahun 2011 dan rencana kegiatan T.A 2012. Pada hari kamis, 05 Januari 2012 di ruang auditorum BPTP Papua Barat. Rapat ini dipimpin oleh Kepala Balai Dr. Ir. Abdul Wahid Rauf, M.Si dan dihadiri oleh seluruh peneliti, penyuluh dan seluruh pegawai staf administrasi.
Dalam rapat ini, Kepala Balai memberikan laporan evaluasi Kinerja SDM dan Realisasi Keuangan pada Tahun 2011 bahwa jumlah pegawai kita yang dominan sedikit dibanding dengan BPTP lainnya namun Kegiatan yang berlangsung dan yang menempel dianggaran DIPA kita sama halnya dengan BPTP lainnya namun kulaitas kerja kita sama halnya dengan lainnya, walaupun SDM kita terbatas. Sehingga diharapkan agar para peneliti, penyuluh dan seluruh staf Administrasi dapat bekerja sesuai TUPOKSI yang telah disusun sebagai mestinya dan kinerja kerja kita semakin ditingkatkan. Selain itu Realisasi Keuangan kita mencapai 98% dari Jumlah Pagu Rp 3.605.473.000 dan dana Hibah luar negeri Rp. 241.143.000,- serta realisasi fisiknya mencapai 98%.
Pada Tahun 2012 adapun himbauan kepala Balai kepada penanggungjawab kegiatan bahwa kegiatan yang berjalan hendaknya dimanjemen dengan baik secara administrasi maupun lapangan sehingga realisasi kegiatan triwulan I disesuaikan dengan target output yang hendak dicapai yang tertuang dalam masing-masing RKTM dan RDHP.
Pada pertemuan ini juga ada kegiatan Laporan Perjalanan Dinas dari staf BPTP Papua Barat sendiri yaitu Muhammad Fathul Ulum dengan Judul Sosialisasi Manajemen Kalender Tanam Pertanian dan Tri Cahyo dengan Judul Implementasi Penginderaan Jauh dan GIS dalam membuat Peta Ketersediaan Lahan Pertanian Selanjutnya masing masing Penanggungjawab Kegiatan membahas perencanaan kerja pada tahun 2012 yang akan dilaksanakan baik secara teknis maupun keuangannya.
Kegiatan tahun 2012 masih merupakan lanjutan dari kegiatan Pendampingan program strategis kementerian pertanian (SL-PTT, M-P3MI, UPBS). Rapat ini titutup oleh Kepala Balai dengan harapan kepada peserta rapat agar senantiasa meningkatkan kinerja sehingga target realisasi output setiap kegiatan dapat tercapai sesuai dengan rencana.(7ty)
   

Bersama BPTP Papua Barat melakukan Panen Raya di Oransbari

Selasa, tanggal 18 Oktober 2011 pukul 11.00 WIB, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat Bapak Dr. Ir. Abdul Wahid Rauf, MS. yang didampingi beberapa Instansi Pertanian Provinsi Papua Barat dan Instansi Pertanian Kabupaten Manokwari menghadiri acara Panen Raya di Distrik Oransbari, Manokwari. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari pelaksanaan Dem Farm Program M-P3MI (MODEL PEMBANGUNAN PERTANIAN PERDESAAN BEBASIS INOVASI) yang diselenggarakan di Desa Sidomulyo Kecamatan Oransbari Kabupaten Manokwari untuk mendukung Program P2BN (Percepatan Produksi Beras Nasional).
Program M-P3MI ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani melalui penerapan inovasi. Program ini dilaksanakan secara terintegrasi, baik dalam pemanfaatan sumberdaya maupun dalam implementasi teknologi. Acara panen raya ini dihadiri oleh jajaran instansi pemerintah beserta swasta selaku sponsor dalam pelaksanaan Dem Farm M-P3MI tahun 2011 di Distrik Oransbari yang dihadiri oleh Bupati Kabupaten Manokwari yaitu Bastian Salabay, Kapolres, Dandim Manokwari, Ka Biro Pertanian Pemda Manokwari, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat, dll.
Dalam arahannya, bupati mengutarakan rasa banggannya atas hasil sukses yang diraih distrik ini khususnya dalam bidang pertanian padi. Dimana kedepannya Manokwari diharapkan menjadi daerah lumbung padi di Provinsi Papua Barat. Sehingga sangat berharap kepada seluruh petani di Oransbari untuk tetap mempertahankan hasil panen seperti saat ini untuk saat kedepan, sehingga Manokwari dapat benar-benar menjadi daerah lumbung padi. Dengan demikian kata bupati, Manokwari tidak perlu lagi memasukkan beras dari luar daerah dengan jumlah yang terlalu banyak. Serta dalam penyampaiannya bahwa melalui Dem Farm M-P3MI yang di kelola bersama BPTP Papua Barat kiranya dapat memberikan tingkat keberhasilan produktivitas padi yang tinggi di oransbari.
Dalam pelaksanaannya BPTP Papua Barat melakukan pengawalan berupa bimbingan Dem Farm dengan mengerahkan Peneliti Peneliti Senior di lingkup BPTP Papua Barat dalam pelaksanaan M-P3MI dimulai dari pemilihan bibit, penanaman hingga pemasaran. Kiranya hasil kerjasama yang dibangun oleh BPTP Papua Barat bersama instansi daerah yang terkait dapat memberikan sumbangsih yang besar untuk peningkatan kesejahteraan di kabupaten manokwari, khususnya Distrik Oransbari. (7ty)
   

Realisasi Anggaran BPTP Papua Barat mencapai Target

Manokwari, Realisasi anggaran BPTP Papua Barat sampai dengan bulan Agustus 2011 mencapai 80,59 persen, realisasi anggaran tersebut sudah diatas rata-rata realisasi anggaran Kementerian Pertanian sebesar 50 persen. Disamping itu, berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran Belanja Kementerian Pertanian sampai dengan dengan bulan ini masih terdapat satuan kerja (satker) yang anggarannya masih dibawah 50 persen. Berkaitan dengan permasalahan tersebut diharapkan kepada seluruh satker, khususnya kepada BPTP sebagai kepanjangan tangan Kementerian Pertanian di daerah agar melakukan langkah-langkah bagi peningkatan realisasi anggaran secara optimal, dengan tetap menjaga kualitas realisasi yang tepat sasaran, dan memperhatikan prinsip-prinsip akuntabilitas dalam penggunaan anggaran dan pelaksanaan program.

Laporan Keuangan BPTP Papua Barat mendapatkan opini Luar Biasa dari Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Hal ini ditegaskan oleh Kepalai Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat pada saat memimpin apel pagi (19 September 2011). Dilihat dari jenis belanja menunjukan Belanja Pegawai 90.33%; Belanja Barang 72.20% dan Belanja Modal 90.05%. Selain itu BPTP memiliki kegitan luar seperti PUAP, PIPKPP, dll Hal ini dianggap wajar dikarenakan dari seluruh BPTP, BPTP Papua Barat ditahun ini hanya memperoleh anggaran DIPA sebesar Rp. 2.914.253.000. Namun dengan hasil ini diharapkan dapat memotivasi staf/pegawai dilingkup BPTP seluruhnya dapat bekerja secara optimal dalam merealisasikan anggaran yang tepat guna. (7ty)
   

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Highlight

banner2
banner1

Forum Litbang/Katalog Online

Kalender Kegiatan

Download